Tepat pukul 16.30, smsku berbunyi, Ibu sahabatku telah berpulang ke rahmatullah. Risa Maulana, sahabatku sejak sekantor dulu, kini telah tak beribu. Tak sanggup sy membayangkan betapa sedih karena merasa kehilangan seseorang yang sangat dicintai.
Sementara itu, ayahnya yang telah bertahun-tahun lumpuh tak berdaya karena kecelakaan yang menimpa beliau tertegun tak percaya dengan semua kejadian mendadak itu. Ya mendadak, karena tepat tengah hari Ibunda Risa di bawa kerumah sakit, dan beberapa jam setelah itu meninggal dunia karena penyakit jantung yang dideritanya.
Umur siapa yang tau? dia benar-benar menjadi rahasia Allah. Kapanpun Allah mau, dan berkehendak, kun, jadi, maka jadilah. Tak ada yang dapat menolak atas segala kuasa-Nya.
Memang tak nampak jelas kesedihan dimata sahabatku yang satu ini, namun saya tahu benar apa yang dirasakannya. Walaupun belum pernah mengalami ditinggalkan oleh seseorang yang sangat dicintai. Namun, sy tau benar bagaimana rasa kehilangan itu.
Berkaca-kaca mata ini mendengar penuturan sahabatku tentang ibunya. Banyak beliau bercerita tentang kegigihan ibunya mengurus ayahanda tercintanya karena tak berdaya akibat kecelakaan. Sy berpikir, mudah-mudahan segala bakti ibunda Risa kepada suami tercintanya selama bertahun-tahun, telah menebus segala dosanya. Dibersihkan almarhumahh dari segala kesalahan dan kekhilafan.
Makna yang kupetik dari sesosok jenazah ibunda yang berbaring didepanku adalah..
jangan pernah menunda-nunda ibadah dan pengabdian kita kepada Allah.
Jangan pernah menunda-nunda untuk berbakti dan menyayangi kepada orang tua kita.
Jangan pernah menunda-nunda untuk terus berbuat kebaikan kepada orang lain.
Karena umur adalah benar-benar menjadi rahasia Allah.
untuk sahabatku, tabahkan hati dan kuatkan jiwa. Tak ada pekerjaan lain untuk membahagiakan almarhumah selain mendoakan beliau.